Jumat, 10 Februari 2012

Definisi Fundamentalisme & Radikalisme


Fundamentalisme berasal dari agama Protestan.Pemeluk agama Kristen Protestan inilah yang pertama kali memakai istilah fundamentalisme, yaitu mereka ingin kembali kedasar-dasar ajaran agama dengan keinginan menafsirkan Kitab Suci secara harfiah dan menganggap Kitab Suci tidak pernahsalah.
Dalam perekembangan selanjutnya, pengertian fundamentalismemerujuk kepada semua pemeluk agama. Fundamentalisme adalah sikap yang ingin kembali keajaran Kitab Suci dan perilaku para nabi yang di dalam agama Islam disebut sunnahatauhadits. Fundamentalisme mempunyai dua konotasi yaitu jelek dan bagus. Para ulama dan intelektual agama mengartikan fundamentalisme dengan konotasi yang bagus.
Radikalisme berasal dari kata filsafat yaitu radic yang berarti berfikir secara mendalam menelusuri suatu akar masalah. Ilmuhukum, ilmukedokteran, ilmufisika dan lain-lain jika bicara dalam filsafat ilmu akan berbicara mengenai hakekat realitas.  Radic pada mulanya berkembang dalam bahasa filsafat, tapi begitu radikalisme berkembang menjadi perbuatan, ia menciptakan terorisme. Dalam strategi perang, terror adalah Grand Strategy (strategipamungkas) yang biasanya digunakan oleh kelompok yang lemah melawan kelompok yang kuat. Misalnya dalam peranggerilia, karena tidak mempunyai senjata cukup kuat menghadapi musuh, maka dipilihlah strategi Fit and run, Hantamdanlari. Sekarang ini, terror telah menjadi salah satu cabang dalam Ilmu, tentara, ilmustrategi, danilmuintelejen.
Saran
Menghentikan konflik melelahkan yang melanda negeri ini dari tahun ketahun, seperti kelompok antara yang pro dan kontra kenaikan BBM. Menumbuhkan kehidupan yang ramah yang bersendikan keseimbangan, toleransi, moderat, dan keadilan dalam kehidupan berbangsa dan bernegara.
Kemudian saran untuk Umat Islam; membangun dan menghidupkan ukhuwahislamiyah, silaturrahmi antara dua oraganisasi Islam terbesar di Indonesia yaitu NU dan Muhammadiyah sampai kepada lapisan bawah, perlu dibangun hubungan yang intensif dan harmonis antara ulama dan birokrat, masuk Islam secara kaffah (keseluruhan); dalam arti agama yang damai dan berkeadilan, dan memunculkan Islam sebagai rahmatanlil’alamin menuju ummatanwasathan yang bias mengintegrasikan umat dan bangsa. Saran kepada Barat; radikalisme dan terorisme bukan bentuk pertentangan antara Islam dan Barat tapi adalah musuh bersama, menumbuhkan hubungan yang saling menghargai antar umat dan budaya yang berbeda dalam era globalisasi, radikalisme dan terorisme bersumber dari kemiskinan, keterbelakangan, dan menyeru kepada negara-negara maju, khususnya Amerika, agar berlaku adil dan tidak menggunakan standarganda dalam memecahkan konflik Israel-Palestina. Saran untuk umat Islam negara-negara tetangga; membentuk dan mendirikan Center for moderate Moslem (CMM) di negara-negara mereka. CMM sudah berdiri di Manila, Singapura dan Kuala Lumpur. Sekarang ini kita sedang mengadakan pembicaraan dan berhubungan dengan negara-negara Asean mengumpulkan ulama dan intelektual bias diajak berfikir menuju umat  yang moderat.
Masalah
Dunia internasional mengalami konflik yang kita sebut sebagai radikalisme dan pelakunya kita sebut teroris.
Kita sekarang hidup di era globalisasi dengan kecanggihan teknologi informasi yang sangat luar biasa. Kecanggihan teknologi informasi membuat kita bias mengetahui apa yang terjadi di belahan bumi lain dalam hitungan menit. Kita seperti  hidup di dalam sebuah kampung besar, tidak ada satu pun bangsa yang bias dan sanggup mengisolasi diri. Dampak tragedi 11 September 2001 di New York terasa juga bagi Indonesia. Terorisme telah membuat hidup masyarakat tidak aman, tentram dan nikmat. Terorisme selalu membuat kita dihantui rasa takut. Inilah yang menyebabkan perhatian masyarakat internasional meningkat terhadap masalah terorisme. Para teroris yang dicari dan dikejar oleh Amerika adalah para mujahidin Afghanistan saat terjadi perang Afghanistan-Rusia. Pelatih para tentara dan mujahidin Afghanistan melawan komunisme Rusia adalah Amerika dan Inggris. Para Mujahidin Afghanistan berhasil memenangkan perang melawan Rusia yang kuat karena ada special force dibelakang mereka yang mendukung, melatih dan membimbing mereka mengalahkan Rusia. Para mujahidin Afghanistan dilatih untuk melawan komunisme Rusia pada waktu itu. Ketika terjadi perang Afghanistan-Rusia, Amerika mempunyai sekutu yang bernama Oshama bin Laden. Keluarga Oshama adalah keluarga pemborong utama di Arab Saudi, bapaknya adalah pemborong utama keluarga raja. Dengan bergulirnya waktu, posisi Bapak Oshama tergeser sebagai pemborong utama kerajan Arab Saudi. Oshama tidak dapat menerima hal ini dan bicara macam-macam yang menyinggung keluarga kerajaan Saudi Arabia. Kerajaan Saudi keras dalam menindak orang-orang yang bicara macam-macam mengenai kerajaan. Oshama langsung dicari dan dikejar oleh pemeritahan kerajaan Arab Saudi. Inilah yang membuat Oshama meninggalkan Saudi Arabia dan melarikan diri ke Sudan. Dalam pelariannya, Oshama menggunakan kesempatan bergabung dan membantu mujahidin Afghanistan termasuk pelajar-pelajar Indonesia yang belajar  di Eropa. Inilah awal dari sebuah kekuatan melawan negara super power. Tragedi  11 September sangat menarik kalau kita lihat dari segi tentara.
Amerika mempunyai strategi perang yang berbeda dari sebelumnya. Dalam perang, Amerika tidak menunggu musuh tapi menjemput musuh. Amerika akan berusaha menghancurkan musuh sejak musuh bergerak dari tanah air mereka. Amerika akan menghancurkan musuh di negerinya sendiri, di pantai musuh, di laut musuh, dan di pantai Amerika sebelum mereka berhasil memasuki daerah Amerika. Hal ini diilhami oleh peristiwa Pearl Harbor yang menelan banyak nyawa tentara Amerika pada Perang Dunia ke II. Tujuan Amerika masuk keAfganistan untuk mencari kelompok al-Qaeda yang dianggap membahayakan keselamatan rakyat Amerika. Sungguh tragis, Gedung kembar WTC yang merupakan lambing kebangganAmerika, dihancurkan tidak dengan senjata hebat dan canggih, tapi hanya memakai pesawat komersial berisi bahan bakar penuh yang ditabrakkan sehingga menimbulkan kebakaran sangat luar biasa dan mampu meruntuhkan gedung WTC. Model radikalisme yang menarik perhatian dunia internasional saat ini adalah Radikalisme agama. Saat ini radikalismebergeser dari cara berfikir secara filsafat berubah menjadi gerakan politik keagamaan, bukan agama, tapi agama yang dipolitisir Yaitu orang beragama yang menganggap hanya dirinyalah yang benar, sedangkan orang lain salah, hanya dirinyalah yang masuk surga, sementara yang lain masuk neraka, menilai lemah iman orang Islam di luar dirinya dan kelompoknya karena hanya membela Islam dengan kata-kata, tidak dengan perbuatan seperti yang telah mereka lakukan. Ada radikalisme dalam bidang politik; radikalisme suatu negara yang lemah melawan pendudukan negara yang kuat dengan bom bunuhdiri atau menggunakan cara-cara yang lain yang mengancam jiwa pelakunya. Untuk memotifasi hal ini, mereka menggunakan idom-idom keagamaan, seperti janji surga dan kedudukan  yang mulia di sisi Tuhan. Inilah yang dipompakan kedalam benak para radikalis. Penyebab lain dari radikalisme tidak hanya radikalisme agama, tapi juga kemiskinan. Orang-orang  yang  terlibat terorisme adalah orang-orang yang sosial ekonominya lemah. contohnya di Palestina, orang-orang yang tinggal di asrama Pelastina hidupnya susah dan melarat. Inilah yang membuat mereka memilih lebih baik mati berperang daripada mati kelaparan. Faktor-faktor lain yang menyebabkan terorisme adalah penindasan, keterbelakangan sosial dan ekonomi serta rendahnya pendidikan.
Solusi
Solusi untuk memberantas terorisme adalah dengan cara membasmi  yang pada saat ini telah ada lembaga-lembaga yang bertugas memberantas teroris yaitu Lembaga Dakwah Nahdhatul Ulama (NU) dan Lembaga Majlis Tabligh Khusus Muhammadiyah.

Tidak ada komentar:

Poskan Komentar